Zaim Saidi: “Tiap Keluarga Hendaknya Punya Dana Sosial Sendiri”

Tiap keluarga besar hendaknya membentuk dana sosial sendiri. Ir Zaim Saidi, pimpinan Baitul Mal Nusantara (BMN) menyarankannya sebagaimana disiarkan oleh www.kedermawanansosial.com.

Salah satu tradisi baik dalam rangka berlebaran di Hari Idul Fitri adalah berkumpulnya keluarga-keluarga, sanak kadang, dan handai tolan, sampai tiga atau bahkan empat generasi. Ini adalah kesempatan emas buat silaturahim dan saling mempererat persaudaraan.

Ir Zaim Saidi, aktivis gerakan kedermawanan sosial dari Baitul Mal Nusantara (BMN), menyarankan agar momentum ini dijadikan ajang untuk mengembangkan dana kesejahteraan sosial keluarga. Ini untuk membuat masyarakat lebih mandiri dan sejahtera, saling tolong-menolong, di antara anggota keluarga besar.

Setiap keluarga besar hendaknya bersepakat untuk mengumpulkan iuran, sedekah bulanan, yang ditetapkan besarnya, ditambah yang bebas di mana yang mampu memberikan lebih banyak, dalam satu rekening khusus. Lalu dikelola sebagai dana sosial, yang dibatasi penggunaanya, misalnya yang krusial saat ini adalah biaya kesehatan.

“Setiap keluarga bisa membuat aturan tertentu tentang tata cara penggunaan dana sosial keluarga tersebut,” kata Ir Zaim dalam cuitan twiter-nya, 26 Juni 2017.

Dalam jangka panjang bahkan bisa dikembangkan menjadi lebih besar dan produktif sebagai Wakaf Ahli, yakni pengelolaan aset produktif, yang hasilnya menjadi sedekah jariah, dalam hal ini untuk keperluan dana kesehatan keluarga.

“Dengan wakaf-wakaf ahli ini maka keluarga-keluarga bisa lebih sejahtera dan mandiri. Tidak harus terlibat dengan berbagai skema asuransi dan sejenisnya, yang kebanyakan adalah produk riba,” tambah Ir Zaim lagi.

 

Leave a Reply