7 Tips Mencari Restoran Halal di Jepang

 

Bagi seorang Muslim bepergian ke negeri yang berpenduduk mayoritas nonmuslim bisa agak merepotkan, khususnya untuk mendapatkan makanan halal. Termasuk ke Negeri Sakura, Jepang. Untungnya orang Jepang sangat memperhatikan kepentingan kaum minoritas, termasuk kaum Muslimin.

Maklum, banyak pelancong yang ke Jepang datng dari negeri Muslim. Muslim yang bermukim di sana pun semakin banyak, baik imigran tetap, maupun mahasiwa: dari Turki, Malaysia, dan Indonesia, selain negeri-negeri Muslim lainnya.

Untuk mencari makanan atau kedai halal di berbagai kota di jepang semakin mudah. Perhatikan beberapa tips berikut ini:

Pertama, carilah brosur yang diterbitkan oleh lembaga yang peduli dengan kehalalan produk. Biasaanya brosur ini berisikan restoran yang menyajikan makanan halal atau “Muslim friendly”. Brosur ini sekalian menginformasikan lokasi musholla.

Kedua, ketahuilah bahwa  kebanyakan restoran itu tidak dimiliki atau dikelola orang Muslim, meskipun ada beberapa yang dimiliki Muslim. Ada juga  di antaranya milik orang Indonesia! Di Sapporo, Hokaido, namanya Warung Jawa dan Sahat’s Kitchen.

Ketiga, ada restoran yang pemiliknya bukan Muslim, tapi pegawainya Muslim. Jadi info soal halal haram di sini lebih terjamin.

Keempat, dalam restoran itu kadang masih  ada unsur haram, meski terpisah dan mudah diketahui, misalnya ada sake atau  bumbu tambahan lain yang tidak halal. tapi jangan khawatir si penjual akan memberitahukan hal itu.

Kelima, beberapa restoran akan melengkapi dengan  musholla atau ruang salat. Dalam brosur hal ini ditandai dengan gambar orang dalam posisi tasyahud dan tulisan “prayer room”.

Keenam, informasi lain yang perlu diketahui tentang kedai-kedai yang menyajikan makanan halal ini adalah waktu buka dan tutupnya yang berbeda-beda. Ada yang tutup di hari Sabtu dan Minggu, ada yang tutupnya Senin dan Selasa, ada pula yang tidak tentu dan perlu mengonfirmasi sebelum datang. Warung Jawa di Sapporo di atas adalah salah satu restoran yang tutupnya tidak tentu.

Ketujuh, jangan malu bertanya kepada pemilik atau pelayan kedai, apakah makanannya halal atau tidak. Mereka tidak akan tersinggung, bahkan dengan senang hati memberitahukan halal-haramnya produk mereka.

 

Leave a Reply