Kemacetan Parah, Pengamat Kebijakan Kritik Cara Pemda DKI Bangun Jalan

Kemacetan di Kota Jakarta saat ini sangat parah. Ini karena terjadinya pembangunan jalan dan sarana transportasi yang dilakukan secara serentak.

Riant Nugroho, pengamat kebijakan dari UI, menyebutnya sebagai “Kebijakan Nggak Sabar.” Ia juga mempertanyakan apakah Pemda DKI tidak menggunakan ilmu pengetahuan dalam melakukan ini.

“Saya baru tahu jalan Gatot Subroto dekat Pancoran jadi satu¬† jalur. Macetnya sampai Pasar Minggu aduh luar biasa, dan ternyata macet luar biasa merata di semua wilayah Jakarta 5 tahun terakhir ini,” ujarnya.

Riant juga mempersoalkan persiapan Pemda mengantisipasi masalah ini. Mengapa kekuasaan harus menyiksa?

“Hanya ada videooklip berisi narasi ‘sabaaar…. sabarrr…’ Tidak adakah cara yang lebih cerdas? Mengapa pembangunan jalanan yang berhampar-hampar, jalur busway, simpang susun dua, fly over, MRT, LRT, dan yang lain di semua wilayah Jakarta harus serentak dan sontak berbarengan, seperti angkot mengejar setoran. Tidak adakah ilmu dan pengetahuannya?”

Pengamat kritis ini juga menunjukkan kekhawatirannya dengan keadaan keuangan negara yang sedang sulit. Apalagi ada wacana ibu kota akan dipindahkan.

“Tidak tahukah bahwa kantong negara sedang kering kerontang? Tidak tahukah habis ini pun Ibu Kota Negara segera dipindah? Duh kekuasaan, kapankah kau belajar?” tandasnya.