18 Kandungan Nutrisi Buah Tin dan 26 Khasiatnya

Pohon Tin atau Ara (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang sangat berkhasiat. … Nama “Tin” diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama “Ara” (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; “pohon ara umum”). Pohon ara  masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus

Buat tin, adalah salah satu buah yang juga diberkahi, disebutkan dalam al Qur’an.  Kandungannya beragam mineral dan vitamin, ada 20 jenisnya. Ini membuat buah tin berisi nutrisi yang sangat berkualitas.

Setiap  100 gramnya diketahui mengandung kalori sebanyak 250 kcal, 1040 kJ, kandungan nutrisinya sebagai berikut:

  1. Karbogidrat 87 g
  2. Gula 92 g
  3. Serat Kasar 8 g
  4. Lemak 0.93 g
  5. Protein 3.30 g
  6. Thiamine (Vit. B1) 0.085 mg
  7. Riboflavin (Vit. B2) 0.082 mg
  8. Niacin (Vit. B3) 0.619 mg
  9. Pantothenic acid (B5) 0.434 mg
  10. Vitamin B6 0.106 mg
  11. Folat (Vit. B9) 9 μg
  12. Vitamin C 1.2 mg
  13. Kalcium 162 mg
  14. Zat besi 2.03 mg
  15. Magnesium 68 mg
  16. Fosfor 67 mg
  17. Potasium 680 mg
  18. Zinc 0.55 mg

Dengan berbagai nutrisi di atas, buah tin memberikan banyak manfaatkan bagi tubuh manusia, di antaranya:

  1. Mengobati wasir, hal itu dikarenakan buah ini berfungsi melancarkan (buang air besar) dan menahannya.
  2. Mengobati encok – meresapnya asam garam (urat) dalam persendian bisa dibuktikan dengan penjelasan berikut. Encok disebabkan oleh berlebihan makan daging merah yang menyebabkan kerusakan asam amino, yaitu asam sel somatik. Buah tin memiliki kaitan dengan enzim yang khusus mengubah trimethyl menjadi asam folat. Enzim yang biasanya bekerja dalam satu sisi saja maka ia bekerja dalam dua sisi sehingga seimbang. Oleh karena itu, obat-obatan dari luar melemahkan enzim, tetapi buah tin bisa menormalkan kinerja enzim.
  3. Buah tin kering terkaya akan serat, tembaga, mangan, magnesium, kalium, kalsium, dan vitamin K, relatif diperlukan terhadap kebutuhan tubuh manusia.
  4. Buah tin karena kaya kandungannya akan serat, maka mampu mengurangi berat badan. Oleh karena itu Buah tin sangat sesuai mengatasi masalah berat badan.
  5. Buah tin juga kaya dengan vitamin A dan B serta kadar tertentu dari vitamin C. Dan mengandung garam pokok seperti: Kalsium, fosfor, zat besi yang membangun pertumbuhan badan dan pembangkit tekanan darah.
  6. Kandungan-kandungan buah tin seperti serat, kalium, dan magnesium dapat mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah tinggi.
  7. Dalam sebuah studi, 40 gram bagian buah tin kering (dua ukuran medium tin) menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas antioksidan plasma dalam darah.
  8. Gabungan zat yang terkandung dalam buah tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar gula darah seseorang.
  9. Hasil penelitian dalam 100 gram buah Tin, mengandung 20% daripada kebutuhan zat serat harian tubuh kita. Dari jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut. Penelitian menunjukkan, bahwa serat terlarut bisa membantu gula dalam darah dan mengurangi kolesterol dalam darah dengan mengikatnya di dalam saluran pencernaan, manakala serat tidak larut, dapat melindungi dan mencegah kanker usus besar (koion) .
  10. Tin memiliki jumlah yang lebih kecil dari banyak nutrisi lain, ia memiliki efek pencahar dan mengandung banyak antioksidan, merupakan sumber yang baik flavonoid dan polyphenol.
  11. Kandungan serat yang terdapat di dalam buah tin dapat memperlahan proses penyerapan glukosa di usus kecil, untuk itu sangat cocok bagi penderita penyakit kencing manis.
  12. Buah tin dipergunakan sebagai bahan pelancar (laxative), penahan sakit dan unsur perkumuhan air kencing (diuretik).
  13. Buah tin mengandung khasiat yang tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain, ia tidak mengandung garam, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, serat dan zat besi.
  14. Buah Tin dipercayai mempunyai bahan yang dapat melawan kanker, ia mengandung “polyphenols” yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting bagi tubuh, karena dapat berfungsi sebagai free radical dalam tubuh yang menyebabkan kanker.
  15. Buah Tin juga mengandung unsur lain yang menjadi bahan anti kanker, yaitu “benzaldehyde” dan “coumarins”. “Benzaldehyde” telah terbukti mampu bertindak sebagai bahan anti tumor sedangkan “coumarins” adalah untuk merawat kulit dan kanker prostate.
  16. Buah tin telah dikenal kemujarabannya oleh ahli pengobatan tradisional pada dekade terakhir ini, khususnya pengobatan herbal, dan diakui secara medis menyembuhkan berbagai penyakit seperti: Mengobati luka-luka, borok, flu burung, maag, gangguan sirkulasi menstruasi pada wanita dan luka bakar.
  17. Buah tin kering mengandung kadar gula tinggi, dan sangat bagus dikonsumsi oleh anak-anak, orang diet dan olahragawan, tetapi hendaknya dihindari oleh penderita gula tinggi dan kolesterol.
  18. Buah tin mengandung kalium, omega tiga dan omega enam yang berfungsi untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan jantung koroner.
  19. Kandungan coumarin dalam buah tin dapat mengurangi risiko kanker prostat. Buah tin juga mengandung kalsium untuk mencegah osteoporosis dan membantu meningkatkan kepadatan tulang.
  20. Kandungan kalsium yang tinggi membuat buah tin dapat dimakan sebagai alternatif asupan kalsium bagi orang yang alergi terhadap produk susu.
  21. Kandungan trytophan-nya dapat menghindari insomnia dan membuat kualitas tidur yang baik.
  22. Pektin yang terdapat di dalam buah tin pun dapat membantu mengurangi kolesterol darah.
  23. Jika dikonsumsi secara rutin, dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker usus besar.
  24. Rajin mengkonsumsi buah tin dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan daya memori otak, dan mencegah anemia.
  25. Efek pencahar yang terkandung dalam buah tin dapat membantu mengobati sembelit kronis.
  26. Buah tin kaya akan fenol dan benzaldehid yang berguna sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh mikroorganisme penyebab penyakit, jamur, virus dalam tubuh manusia.

 

 

 

Leave a Reply